Label

Senin, 31 Oktober 2011

Talking to the Moon (Bruno Mars)

nggak tahu kenapa saya lagi suka sama lagu ini,,
cekidot,,

n_n
klo penasaran sama lagunya, donlot aja sendiri ya mp3-nya..




Talking To The Moon

I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have

Chorus:

At night when the stars
light up my room
I sit by myself

Talking to the Moon
Trying to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know

Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back

Minggu, 23 Oktober 2011

akupun ingin seperti kalian, tapi,,

akupun ingin seperti kalian,,
menjadi mahasiswa kupu-kupu,,
yang dikerjakan hanyalah kuliah, pulang, kuliah, pulang,,
apa yang terjadi dikampus?
mana aku tahu, aku disini untuk kuliah,,
itulah jawaban yang sering kudengar,,
tapi,,
hingga akhirnya kulihat sisi lain kampus ini,,
keadaan kan semakin memburuk jika tak ada yang peduli,,
keadaan takkan membaik tanpa ada yang mau berkontribusi,,
hingga akhirnya akupun berubah menjadi seorang aktifis,,
bukan maksud tuk menyombongkan diri,,
tapi setidaknya inilah yang dapat kulakukan saat ini,,

akupun ingin seperti kalian,,
mempunyai waktu luas untuk apa saja,,
tak terikat dalam suatu amanah,,
bebas tuk pergi kemana saja,,
jalan-jalan malam, ayo brangkat,,
tapi,,
aku lebih memilih mengisi malam dengan berbagai rapat,,
mengisi waktu luang untuk memikirkan keadaaan lingkungan,,
menjalani hari-hari dengan berbagai organisasi mahasiswa,,
atau lebih memilih bergabung dengan komunitas yang lebih berguna,,
karena ku yakin, seemua lelah ini akan terbayar pada waktunya,,
dan Allah pasti akan selalu mendampingi ummat-Nya,,

akupun ingin seperti kalian,,
bebas melakukan apa yang kalian mau,,
bebas menyentuh lawan jenis, siapapun itu,,
mempunyai pacar dan mengumbar kemesraan didepan umum,,
tak ada batasan dalam berkata tentang cinta, bahkan sampai melakukan lebih dari itu,,
tapi,,
hingga akhirnya aku sadar,,
bahwa hal itu salah, bahkan dilarang dalam islam,,
bukan karena hal itu membatasi kebebasan kita,,
apalagi agar kita tidak melakukan semau kita,,
ternyata ada yang indah dibalik itu semua,,
bahwa hal itu untuk menjaga semuanya,,
dan agar terhindar dari hal-hal yang menjurus ke perbuatan yang dilarang,,

Allah tidaklah melarang seseorang tuk mencinta,,
keimanan seseorang pun tidaklah lengkap,
ketika ia tidak mencintai orang lain seperti ia mencintai dirinya,,
namun yang terpenting cinta itu tidak berlebihan,
bahkan melebihi cinta kita pada Allah SWT dan Rasulullah SAW,,
dan akupun yakin,,
ketika aku mencintai seseorang karena Allah,,
pasti Allah akan memberikan jalan terbaik-Nya,,
dan semuanya pasti akan indah pada waktu yang telah ditetapkan oleh-Nya,,
yang perlu ku lakukan saat ini hanyalah berdo'a,,
agar cinta ini tetap terjaga sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh-Nya,,
dan tidak dirasuki oleh bisikan syaitan untuk melanggar aturan-Nya,,

akupun ingin seperti kalian,,
tapi,,
aku lebih baik menjadi diri sendiri,,
melakukan hal-hal yang kusukai,,
berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi,,
mewarnai hari dengan hal-hal yang berarti,,
mengisi waktu dengan hal yang diridhoi Illahi,,

bandung, 23 okt 2011, 13.42 wib

========== abidtommy =========

Kamis, 20 Oktober 2011

TUNAIkanlah AMANAT, JANGAN berKHIANAT


Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai keni’matan kepada kita dan menunjuki kita ke jalan yang benar. Selanjutnya marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah, dengan melakukan tha’at kepada-Nya, dalam angkat melaksanakan amanat yang telah dibebankan Allah kepada kita.
Amanat adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Orang yang tidak menunaikan amanat berarti ia khianat. Kita semua orang yang beriman telah membaca dua kalimat syahadat, yaitu :

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Dengan mengucapkan syahadat tersebut berarti kita telah berjanji bahwa kita bersedia tha’at kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kita wajib melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan kita wajib menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT memerintahkan kepada kita agar memenuhi janji atau menunaikan amanat dan melarang khianat. Firman Allah SWT :

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اَوْفُوْا بِاْلعُقُوْدِ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. [QS. Al-Maidah : 1]

وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِيْ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْ، وَ اِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ

Dan Penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). [QS. Al-Baqarah : 40]
Di dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman :

اِنَّا عَرَضْنَا اْلامَانَةَ عَلَى السَّموتِ وَ اْلارْضِ وَاْلجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَ اَشْفَقْنَ مِنْهَا وَ حَمَلَهَا اْلاِنْسَانُ، اِنَّه كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh, [QS. Al-Ahzaab : 72]
Pada ayat di atas disebutkan bahwa langit, bumi dan gunung-gunung tidak berani memikul amanat, dan manusialah yang sanggup memikul amanat, maka pada akhir ayat dijelaskan bahwa manusia itu amat dhalim dan amat bodoh. Maksudnya manusia yang tidak menunaikan amanat atau berbuat khianat adalah sangat dhalim dan sangat bodoh.
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumulullah, begitu pula apabila kita telah membuat perjanjian dengan sesama manusia, maka kita pun wajib melaksanakannya. Firman Allah SWT :

وَ اَوْفُوْا بِاْلعَهْدِ اِنَّ اْلعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْل

Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. [QS. Al-Israa' : 34]

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَخُوْنُوا اللهَ وَ الرَّسُوْلَ وَ تَخُوْنُوْا اَمَانتِكُمْ وَ اَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. [QS. Al-Anfaal : 27]

اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا اْلاَمَانتِ اِلى اَهْلِهَا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. [QS. An-Nisaa' : 58]
Menjaga amanat adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang yang beriman, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT :

وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(8) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلَوتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(9) اُولئِكَ هُمُ اْلوَارِثُوْنَ(10) الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ اْلفِرْدَوْسَ، هُمْ فِيْهَا خلِدُوْنَ(11)

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, (8)
dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (9)
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (10)
(ya’ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (11) [QS. Al-Mukminuun : 8-11]

وَ الَّذِيْنَ هُمْ ِلاَمنتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ(32) وَالَّذِيْنَ هُمْ بِشَهدتِهِمْ قَآئِمُوْنَ(33) وَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلى صَلاَتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ(34) اُولئِكَ فِيْ جَنّتٍ مُّكْرَمُوْنَ(35)

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (32)
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. (33)
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (34)
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. (35) [QS. Al-Maa'rij : 32-35]
Pada ayat di atas dijelaskan bahwa orang-orang yang menjaga amanat akan dimasukkan ke dalam surga. Dan Allah tidak suka kepada orang-orang yang khianat, Firman Allah SWT :

…. اِنّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

… Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. [QS. Al-Hajj : 38]

…. اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًا

... Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, [QS. An-Nisaa' : 107]
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, di dalam Al-Qur’an Allah SWT membuat contoh istri yang berkhianat kepada suaminya, maka akhirnya istri tersebut masuk neraka. Firman Allah SWT :

ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً ِلّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ، كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللهِ شَيْئًا وَّ قِيْلَ ادْخُلاَ النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِيْنَ

Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh diantara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya), “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”. [QS. At-Tahrim : 10]
Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga amanat dan menjauhkan diri dari sifat khianat, sebagaimana riwayat berikut ini :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: ايَةُ اْلمُنَافِقِ ثَلاَثٌ. اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ اِذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَ اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tanda orang munafiq ada tiga perkara, yaitu : 1. Apabila berbicara ia berdusta, 2. Apabila berjanji menyelisihi dan 3. Apabila diberi amanat ia khianat”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 14]
Dan Rasulullah SAW bersabda :

اِضْمَنُوْا لِى سِتًّا، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبْصَارَكُمْ، وَ كُفُّوْا اَيْدِيَكُمْ

“Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara, niscaya aku menjamin surga bagi kalian : 1. Jujurlah apabila kalian berbicara, 2. Sempurnakanlah (janji kalian) apabila kalian berjanji, 3. Tunaikanlah apabila kalian diberi amanat, 4. Jagalah kemaluan kalian, 5. Tundukkanlah pandangan kalian (dari ma’shiyat) dan 6. Tahanlah tangan kalian (dari hal yang tidak baik). [HR. Ibnu Hibban, dari 'Ubadah bin Shamit, juz 1, hal. 506, no. 271]
Di hadits lain Rasulullah SAW bersabda :

لاَ اِيْمَانَ لِمَنْ لاَ اَمَانَةَ لَهُ وَ لاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ

“Tidak (sempurna) iman bagi orang yang tidak ada amanat baginya, dan tidak ada agama bagi orang yang janjinya tidak bisa dipercaya”. [HR. Baihaqi dari Anas juz 9, hal. 231]
Dan juga Rasulullah SAW bersabda :

قَالَ اللهُ: ثَلاَثَةٌ اَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ: رَجُلٌ اَعْطَى بِى ثُمَّ غَدَرَ، وَ رَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَ رَجُلٌ اسْتَأْجَرَ اَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَ لَمْ يُعْطِهِ اَجْرَهُ

“Allah berfirman : Ada tiga golongan yang besuk pada hari qiyamat menjadi musuh-Ku; 1. Orang yang berjanji dengan nama-Ku, kemudian dia khianat, 2. Orang yang menjual orang merdeka, lalu ia makan harganya (hasil penjualan itu), dan 3.  orang yang mempekerjakan buruh (karyawan) dan karyawan itu telah bekerja dengan baik, tetapi orang tersebut tidak memberikan upahnya”. [HR. Bukhari, dari Abu Hurairah, juz 3, hal. 41]
Demikianlah, semoga Allah memberikan kepada kita sifat amanah dan menjauhkan kita dari sifat khianat, aamiin.
Sumber : Materi Nafar MTA (7) 1432H
diambil dari :
http://mta-online.com/v2/2011/09/06/tunaikanlah-amanat-jangan-berkhianat-2/

Senin, 17 Oktober 2011

asyiiiikkkk,,,

kejarrr setoorannn,,,
asprak selundupaannn,,
makan jataah orang,,
hahahhahha,,,

serba-serbi dan kekonyolan saat semester kemarin saya menjadi asisten praktikum jaringan komputer,,
adaa-adaa aja ulah teman-teman asisten yang lainn yang bikin saya ngakakk,,
mentang-mentang udah ga ada beban kuliah lagi, ada asprak seminggu ngajar sampai 7 kelas,,
pokoknya pas lagi direkap di BAP udah 2 lembar aja dalam waktu sebulan,,
wahhh, kebayang gak kalo gajian berapa sebulan, Rp **.000 x  7 kali x 4 minggu,,,
mantaappp,,,

tapi gak segitunya jugaan soalnya ada-ada aja alasan yang membuat kami (semua asprak-red) gajinya telat, ga penuhh, atau malah ga dapat gaji seperti yg beberapa kali saya alami,,
hmmmmmm.. padahal lumayan tuh, kalo dihitung2, gaji asprak 3 bulan bisa buat beli BB harusnya,, atau nggak tiap bulan bisa beli beberapa buku atau beli portable harddisk,,

tapii,, ya udah lahh,, lagian saya jadi asprak insya Allah bukan Money Oriented kok, ga suka ribut juga kalo gajinya telat, kepotong atau bahkan ga dapet, walaupun itu hak saya dan kewajiban kampus saya untuk membayar kami,, pada intinya saya nggak suka ribet dan ribut, mungkin berbeda seperti beberapa teman-teman saya yang lain yang gajinya kurang 100 ribu langsung posting ngeluh, ribuut, dan ujung-ujungnya menyalahkan saya (karena pada saat itu saya koordinator mereka),, hmmmm,,,

yaaa, itu pengalaman saya semester kemarin sihh,, buat saya motivasi saya untuk menjadi asprak adalah untuk beribadah kepada Alhha, dengan cara membagi ilmu sekaligus menambah ilmu,, kok bisaa?? ya iya lahh, masa ya iya dongg,, hohoohoo,,
soalnya saat jadi asprak saya bisa punya akses lebih ke gudang ilmu dan sekaligus gudang perangkat (: baca laboratorium, hehehe),, soalnya kalau nggak seperti itu, mungkin sampai saat ini saya belum pernah merasakan konfigurasi router secara langsung (alias gak pake packet tracer aja, hehe),, ternyata asyiikk gann,, hehe,,

nahhh, semester ini, alhamdulillah yahh ( bacanya pake gaya syahroni, n_n ) saya bisa jadi asprak lagi,, malahan dapat untuk dua mata kuliahh,, subhanallah sekalii,, hehehe,, semester ini saya dapat amanah (sekaligus jatah, hehe) untuk jadi asisten jarkom dan siskom,, dan yang subhanallah sekaliii lagii,, sekarang laboratoriumnya lengkaaappp,, asyyiikkk, kalo saya ga jadi asprak, mana pernah saya menikmati peralatann slengkap ituu,, hehehe,,

bismillah hirrahman nirrahiim, semoga amanah saya di semester ini dapat diselesaikan dengan baikk,, dan sampai akhirnya nanti niat saya tidakk berubahh,, hanya untuk beribadah kepada Allah dengan membagi ilmu yang saya punya dan mencari ilmu yang belum saya ketahui,,
amiin ya rabbal 'alamiin,,

semangattt, keep spirit for better life,,

===abidtommy===

Sabtu, 15 Oktober 2011

arti cinta yang sesungguhnya

banyak orang menafsirkan tentang cinta,,
banyak orang mengaku jatuh cinta,,
banyak orang menasihati tentang cinta,,
dan banyak orang bahkan menjadi ahli cinta..


dan ketika mereka ditanya, "Apa itu cinta??"
lalu apa yang mereka jawab,,
"cinta itu memiliki", "cinta itu memberi", "cinta itu penuh pengorbanan",,
dan banyak lagi jawaban tentang cintaa,,
dan intinya cinta itu adalah sebuah perasaan kepada "seseorang",,
yang pada dasarnya berawal dari sebuah pepatah,,
"dari mata turun ke hati"


tidaklah salah kita mencintai seseorang,,
bahkan Rasulullah pernah mengatakan,
"tidaklah sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri",
tapi lihatlah perkataan Rasulullah diatas, "seperti mencintai dirinya sendiri",
itulah batas cinta kita pada orang lain,,
banyak orang dengan puitisnya berkata,
"aku mencintaimu lebih dari apapun",
"cintaku sedalam samudera, dan seluas langit",,
dan banyak lagi ungkapan untuk mengambarkan betapa luar biasanya cinta itu,,


tapi diatas semua itu, ingatlah batasan cinta kita kepada orang lain,,
hanya sampai seperti kita mencintai diri kita sendiri,,
lalu selain itu, adakah cinta yang lain?
tentulah ada, seperti hadist Rasulullah yang lainnya,,


“Tidaklah sempurna iman seseorang sehingga aku lebih dicintai dari dirinya sendiri” (H.R Ahmad).


bahkan Allah pun telah menegaskan dalam salah satu firman-Nya..


”Katakanlah, ’Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah Swt dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (At-Taubah: 24).


Jadi, masih adakah alasan untuk mencintai orang lain lebih dari Allah SWT dan Rasulullah SAW ?


== abidtommy==