Label

Selasa, 20 Desember 2011

inspirasi berawal dari sekantung permen

inspirasi datang dari mana saja,
motivasi bisa datang kapan saja,
tak peduli ruang dan waktu,
hanya Allah Yang Maha Tahu,

kita memang terkadang merasa mendapatkan kejutan,
mendapatkan kisah-kisah penuh makna disaat yang tak terduga,,
tak terkecuali saya, mendapatkan kisah inspiratif ditengah perjalanan malam saya menuju rumah tercinta,,

sebuah cerita saya dapatkan dari teman sebangku saat saya menaiki sebuah kendaraan umum, Bis Malam jurusan Bandung - Bobotsari, yang saya naiki minggu kemarin dari Terminal Cicaheum,,

oh iya, Bobotsari itu nama sebuah kota kecil tempat saya tinggal, walaupun kota kecamatan yang kecil tetapi banyak bus yang menjadikannya tujuan akhir. Coba aja ke terminal cicaheum, atau terminal-terminal besar di Jakarta, pasti banyak tuh tertulis jurusan BOBOTSARI. oh iya, kalo di Purbalingga, tempat saya lebih dikenal dengan nama BOCARI,,  kerenn kan pake nama alias segala, hahaha,,

Back to Topic, udah OOT dari tadi,, hehehe,,

teman sebangku saya itu bernama Idwan (kalo ga salah, hehehe), dia mau ke Tasik, tepatnya ke Cibereum (bener ga nih nulisnya, woooyy anak tasiikk,, hohoho). Obrolan bermula ketika dia menawari saya permen penghangat, sempet curiga juga nih takutnya kena bius seperti yang sering disiarkan di televisi. Tapi khusnuzon aja deh, hehehe,, Lalu ia bercerita kalau dia baru saja mengikuti tes untuk program Magang selama 3 tahun ke Jepang. Wuih, mulai asyik nih obrolannya, soalnya saya punya obsesi suatu saat akan melanjutkan studi ke negeri sakura itu, skalian aja deh tanya-tanya,, hehehe,,

saya pikir ini pertama kalinya dia mengikuti ujian untuk program ini, tapi ternyata tidak,,
ini adalah kali kedua dia ikut ujian serupa, trus dulu gimana? apakah dia gagal??
ternyata tidak juga,,
5 tahun yang lalu dia pernah ikut program serupa dan hebatnya, dia LOLOS ke Jepang,,
wuiihh,, kereeennn,,, dia bilang dia waktu itu tinggal di Jepang selama 3 Tahun, tepatnya dia tinggal di Tokyo,, manntaapp kan nihh orang,, kesempatan untuk mengorek informasi lebih banyak, jadi saya asyikin aja deh ngobrol sama Kang Idwan,,,

menurut dia, banyak hal yang ia dapatkan selama 3 tahun tinggal di jepang,,
selain pengetahuan tentang industri sesuai dengan program magang yang ia ikuti, ia berbagi kisah tentang kehidupan sehari-harinya di Tokyo,,

dari semua yang ia ceritakan, tapi yang paling menarik adalah bagaimana ia bercerita tentang sebuah kata yang menjadi budaya masyarakat disana,,

"GAMBARU"

kalau nggak salah artinya berjuang sampai akhir,,
kalau salah ya minta maaf, hehehe,,
sebuah kata yang pendek, namun inilah kunci dari keberhasilan jepang menjadi raja industri di dunia,
saya jadi ingat saat semester kemarin Pak Ferdian (Dosen Inovasi dan Kewirausahaan) bercerita tentang hot topic di twitter tentang "GAMBARU" ini,,
saat itu mungkin saya hanya jadi pendengar biasa saja, dan akhirnya saya dapat mendengar dari salah satu orang yang merasakan kata "GAMBARU" secara langsung,, alhamdulillah,,

menurut Kang Idwan, kata "GAMBARU" inilah yang membuat Jepang, lebih khusus lagi kota Tokyo terasa sangat hidup. Kota ini seperti kota yang tak pernah mati, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Setiap orang disana terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, dah lebih hebat lagi orang jepang itu tidak pernah setengah-setengah dalam melakukan pekerjaan. Mungkin kalau di buat ke Indonesia, GAMBARU lebih cocok diganti dengan kata TOTALITAS.
Totalitas inilah menurut Kang Idwan yang membuat ia begitu kagum dengan orang-orang Jepang. Kalau di indonesia sih lebih terkenal kata "ALON ALON ASAL KELAKON" alias SLOW BUT SURE.. Ya pantesan aja indonesia lama majunya, soalnya di Indonesia ga kenal namanya AKSELARASI,, hehehe,, no offence,,

Oleh karena itu, Kang Idwan banyak berubah sekembalinya dari Jepang. Yang jelas semangat yang dia bawa adalah semangat GAMBARU alias semangat TOTALITAS dalam semua pekerjaan yang dia lakukan.. Dan yang lebih membuat saya kagum, dia dedikasikan semua hasilnya untuk Ibunya, waktu saya tanya "kenapa hanya untuk Ibu, memang buat keluarganya nggak Kang?" dia jawab "Hahaha, saya belum berkeluarga". Waktu saya tanya lagi usianya berapa, lumayan kaget juga saya dengarnya. Dia sudah berusia 30 tahun, kok belum nikah yaa?? hahaha, kata dia sih belum menemukan pasangan yang cocok aja,,
waduuhh, saya aja baru 21 tahun belum dapet pasangan tapi udah ngebet nikah (curcol, hehehe),,
akhirnya saya memberi saran "Mending akang nanti nikah kang sepulang dari Jepang, biar rejekinya tambah lancar. Masalah calon Akang serahkan sama Allah, insyaAllah pasti dapat yang terbaik menurut-Nya. Yang penting Akang terus memperbaiku diri, karena kalo pengen dapat orang yang baik, Akang juga musti jadi orang baik juga". Dia pun tertawa sambil mengangguk tanda sependapat dengan saya.

Cukup panjang juga obrolan kami, dan ketika ternyata bus yang kami tumpangi sampai di terminal tasikmalaya, dia pun pamit dan kami bersalaman. Sebelum berpisah dia mendoakan saya "Semoga Sukses ya Kang Abid, dan bisa menyusul saya ke Jepang nanti. Oh iya, semoga cepet nikah ya, jangan seperti saya sampai usia segini belum nikah." saya jawab dengan penuh semangat "aaamiiiiiiiinn,, hatur nuhun pisan Kang buat cerita dan do'anya. Sukses juga buat Akang". Sebenarnya ingin juga minta nomor HPnya, siapa tahu bisa dapat link untuk bisa studi ke Jepang, tapi berhubung Kang Idwan sudah turun dari bus, ya sudah lah mungkin belum rejekinya.

Obrolan kami singkat, hanya sekitar 2 jam saja sembari bus berjalan menuju Tasikmalaya. Tapi sungguh obrolan ini sangat bermakna untuk saya, memang sih sepanjang perjalanan sya yang lebih sering seperti menceramahi Kang Idwan tentang banyak hal, dia juga banyak berterima kasih atas saran yang saya berikan. Tapi saya kira semua itu tidak sebanding dengan kisah hidup yang dia ceritakan pada saya sewaktu ia tinggal di Tokyo.

Semoga Sukses Kang Idwan, terima kasih untuk kisah penuh inspirasinya,,
semoga suatu saat saya bisa bertemu dengan Kang Idwan lagi, dan semoga kami bertemu di Tokyo, tempat ia tinggal dan saya melanjutkan studi nantinya,, amiin ya rabbal 'alamin,,


1 komentar:

  1. kenalin ke ive mas
    hahhaaa
    *candaa
    luar biasa mas ceritanyaa
    semoga ive juga bisa nyusul kang idwan :)
    amin

    BalasHapus